Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lagi Cuan, Investasi Pada Saham Farmasi

 

Covid-19 Indonesia - Di sektor kesehatan, harga sejumlah saham farmasi melonjak cukup fantastis pada 2020 hingga awal 2021 menyusul bergulirnya program vaksinasi Covid-19.

Ini beberapa farmasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.


Darya-Varia Laboratoria (DVLA)

Berdiri pada 1976 dan melandai di bursa pada 1994. Blue Sphere Singapore Pte Ltd memegang 92% saham ini dan sisanya 8% dipegang publik.


Indofarma (INAF)

Merupakan produsen obat-obatan, herbal dan nonherbal, hingga alat kesehatan. IPO pada tahun 2001 dan tergabung dalam holding BUMN farmasi yang dipimpin Bio Farma.


Kimia Farma (KAEF)

IPO pada 2001. Punya sejumlah anak usaha, misalnya PT Phapros Tbk di sektor produksi, serta PT Kimia Farma Apotek dan PT Kimia Farma Diagnostik di bidang ritel.


Kalbe Farma (KLBF)

Berdiri pada 1966 dan IPO pada 1991. Lini bisnisnya mencakup divisi obat resep, produk kesehatan, nutrisi, serta divisi distribusi dan logistik.


Merck (MERK)

Berdiri sejak 1970 dan jadi perusahaan publik pada 1981. Merck Holding Gmbh memegang mayoritas 74% saham.


Phapros (PEHA)

Merupakan anak usaha Kimia Farma (KAEF), yang menguasai 56,7% saham Phapros. Melantai di bursa pada 2018. PEHA memproduksi lebih dari 250 macam obat-obatan.


Pyridam Farma (PYFA)

Didirikan pada 1976 dan melantai di bursa pada 2001. PT Pyridam Internasional menjual 47,6% saham ke Rejuve Global Investment Pte Ltd pada 2020.


Organon Pharma Indonesia (SCPI)

Merupakan perusahaan hasil pemisahan dari induk usaha Merck Sharp & Dohme. MSD sejak awal adalah produsen obat resep, vaksin hingga produk kesehatan lainnya.


Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO)

Produk utamanya adalah jamu. Namun, SIDO juga memproduksi obat nonherbal. Merek yang populer ialah Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G.



Soho Global Health (SOHO)

Didirikan pada 1946 dan IPO pada 2020. Produk farmasinya yang populer ialah Curcuma Plus, Imboost, Diapet, Fitkom dan tentunya Asthma Soho.


Tempo Scan Pacific ( TSPC)

IPO pada 1994. Merupakan farmasi yang memproduksi produk konsumen dan kosmetik. Produk yang populer ialah Bodrek, Oskadon, Hemaviton, dan Neo Rheumacyl.


• Millenium Pharmacom International (SDPC)

Mayoritas sahamnya dikuasai Pharmaniaga Internasional Corporation Sdn Bhd sebesar 73,43%. Produk yang dikenal luas ialah Antangin JRG, Plasbumin, hingga Cefxon Injeksi.


Beginilah dinamika pergerakan saham farmasi di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda.

Dari beberapa ulasan saham diatas ada yang masuk koleksi portfoliomu?


Sekian, terima kasih sudah berkunjung ke alhuda14.net

Posting Komentar untuk "Lagi Cuan, Investasi Pada Saham Farmasi"