Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penggunaan Pengeras Suara Di Arab Saudi Di Batasi

 


Arab Saudi - Arab Saudi menerapkan aturan baru mengenai penggunaan pengeras suara di masjid. Munculnya surat edaran, Menteri Urusan Islam, Penggilan dan Bimbingan, Sheikh Dr Abdullatif bin Abdul Aziz Al-Sheikh, pada Senin (24/5) mengeluarkan surat edaran untuk membatasi penggunaan pengeras suara eksternal hanya untuk panggilan adzan dan Iqamah.

Edaran ini sesuai dengan fatwa dari Sheikh Mohammad bin Saleh Al-Othaimeen, Dewan Ulama Senior Arab Saudi.

Alasan pembatasan pengeras suara di masjid ini ialah karena ;

• Pengeras suara masjid dinilai mengganggu pasien yang sakit, lansia dan anak-anak kecil yang tinggal di sekitar masjid.

• Suara imam saat sholat cukup di dengar jamaah di dalam masjid, tak perlu sampai keluar.

• Ada rasa tidak hormat terhadap Al-Qur'an ketika dibacakan dengan keras menggunakan pengeras suara eksternal.


Setelah surat edaran tersebut dinyatakan kini volume pengeras suara eksternal masjid diperintahkan untuk tidak lebih dari sepertiga volume maksimalnya.

Menteri Al-Sheikh juga memperingatkan pihaknya sudah menyiapkan sanksi keras bagi siapapun yang melanggar aturan ini.

Kementrian Agama RI juga sedang mengkaji aturan serupa untuk diterapkan di Indonesia.

"Penerapan aturan soal pengeras suara di Arab Saudi jadi pertimbangan, banyak masukan dari masyarakat terkait dengan penggunaan pengeras suara di masjid. Kami sedang membahasnya. Masyarakat kita kan sangat beragam, kami harus memperhatikan semuanya dan mengikhtiarkan yang paling moderat" kata Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam kementrian agama.

Posting Komentar untuk "Penggunaan Pengeras Suara Di Arab Saudi Di Batasi"