Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

MUI : Vaksin Sinopharm Haram, Tapi Boleh Digunakan Jika Keadaan Darurat

 


Covid-19 Indonesian - Indonesia menerima 982.400 dosis vaksin Sinopharm. Ketua Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) Prof Hasanuddin membenarkan bahwa vaksin Sinopharm haram namun boleh digunakan dalam kondisi darurat.

"Lengkapnya nanti ada konferensi pers, kira-kira seperti itu (ketentuannya sama seperti vaksin Astrazeneca)," ujar Prof Hasanuddin.

Sementara itu wakil ketua Dewan Pertimbangan Majlis Ulama Indonesia, Muhyiddin Junaidi, menegaskan dalam kaidah fiqih jelas sesuatu yang haram bisa berubah hukumnya menjadi halal jika ditemukan alasan kedaruratannya, terutama untuk menyelamatkan nyawa manusia.

"Jika dinilai sangat urgent dan super darurat maka diperbolehkan".

Sementara itu, Koordinator Tim Pakar  dan Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wika Adisasmito mengatakan, pemerintah secara resmi telah menerima total 982.400 dosis vaksin Sinopharm.

Kepala BPOM, Penny Lukito juga menyebutkan, berdasarkan uji klinis di Uni Emirat Arab dan negara lain, efikasi vaksin 78 persen dan pengukuran imunogenitas setelah 14 hari penyuntikan dosis kedua.

"Persentase relawan untuk antibodi saat uji klinis netralisasinya adalah 99,52 persen pada orang dewasa dan 100 persen pada lansia," katanya.

Posting Komentar untuk "MUI : Vaksin Sinopharm Haram, Tapi Boleh Digunakan Jika Keadaan Darurat"