Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Raksasa Ritel AS Vs China

 


Dalam beberapa waktu terakhir H&M, Nike dan produk barat lainnya sudah menjadi bulan-bulanan masyarakat China.

Aksi ini dilakukan sebagai wujud protes warga China terhadap keputusan merek-merek tersebut untuk tidak lagi menggunakan kapas yang diproduksi di Xinjiang.

Sebelumnya H&M, Nike  dan sejumlah merek ritel lainnya telah memberikan pernyataan penolakan dugaan kerja paksa terhadap etnis Uighur, sehingga mereka tidak akan menggunakan kapas dari wilayah etnis minoritas Xinjiang tersebut.

Selain kemarahan publik aksi baikot, pemerintah China juga akhirnya mengancam H&M dan merek ritel lainnya, bahwa mereka nggak bisa mendapat uang sepeser pun di negara itu.

Di sisi lain pemerintah China membantah tuduhan tersebut dan mengklaim ingin membebaskan warga minoritas dari kemiskinan dengan membekali mereka keterampilan kerja.

"Saya tidak berfikir sebuah perusahaan harus mempolitisasi perilaku ekonominya. Bisakah H&M terus menghasilkan uang di pasar China? Tidak lagi", kata juru bicara pemerintah Xinjiang, Xu Guixiang.

Baikot tersebut awalnya cuma menyasar ke Nike dan H& M. Namun kini makin meluas hingga mencakup brand AS lainnya seperti Burberry, Adidas, dan Converse.

Produk-produk AS ini kemudian ditarik dari platfrom e-commerce China dan beberapa tokonya ditutup.

Selain aksi baikot hal ini juga berpengaruh pada brand ambassador merek-merek AS tersebut.

Sejumlah selebriti terkenal seperti Xiao Zhan, Wang Yibo, Jackson Wang, hingga Zhang Yixing kini mengaku telah memutus kontrak kerjasama dengan brand-brand yang terlibat.

Menanggapi kontroversi ini H&M yang bisnisnya sedang tertekan pandemi  akhirnya merilis pernyataan perdamaian.

Intinya, mereka ingin menjaga komitmen jangka panjang dan mendapatkan kembali kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis di China.

Karena, China adalah pemasok pakaian teratas H&M pasar terbesar keempat berdasarkan penjualan.

Negara itu menyumbang sekitar 6% pendapatan H&M. selain itu 10% toko H&M di seluruh dunia berada di China.

China penyumbang terbesar penjualan produk-produk tersebut. Dan ternyata brand-brand ini tetep teguh mempertahankan Kerjasamanya karena kepentingan ekonomi.


Sekian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung ke alhuda14.net

Posting Komentar untuk "Raksasa Ritel AS Vs China"