Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pendiri Telegram Yang Benci WhatsApp Dan Jadi Orang Terkaya Di Dubai

 


Telegram Indonesia - Kisah Pavel Durov berulangkali mengkritik WhatsApp dan mengingatkan akan keamanannya. Saat spyware dari perusahaan Israel, NSO Group berhasil menginfeksi WhatsApp dan membobol datanya cukup dengan panggilan telepon yang bahkan tak perlu di terima, Durov semakin mengutarakan ketidak sukaannya pada WhatsApp dan mengusulkan para user melakukan uninstall.

Berawal dari VKontakte

Pavel Durov mengawali ketenarannya di dunia teknologi lewat VKontakte.

Bersama sang kakak yang bernama Nikolai, pria kelahiran Leningrad ini pun berhasil membuat VKontakte tumbuh menjadi jejaring sosial paling tenar di Rusia.

Namun sayangnya pada 2011 ia terlibat konflik dengan pemerintah Rusia.

Durov di usir dari Rusia.

Pada tahun 2011 itu, ia memicu masalah karena menolak menutup halaman milik aktivis oposisi yang memprotes kembalinya Vladimir Putin jadi presiden.

Hasilnya, Durov menjadi incaran polisi dan dipecat dari jabatan CEO VKontakte serta di usir dari Rusia.

Setelah terusir dari Rusia, Durov mengembangkan Telegram yang diklaim layanan messaging paling aman pada tahun 2013.

Meski sempat di blokir Indonesia, pengguna Telegram terus tumbuh setiap tahunnya dan disebut-sebut sebagai pesaing WhatsApp.

Durov sendiri merupakan 'hater' WhatsApp, ia kerap menyebut WhatsApp tidak aman dan menyarankan untuk menghapus aplikasi itu dari ponsel masyarakat.

Setelah diusir dari Rusia, ia menetap di Dubai, Uni Emirat Arab dan mengembangkan Telegram hingga sukses memiliki lebih dari 500 juta pengguna di seluruh dunia.

Berkat kesuksesannya, Durov juga berhasil menghasilkan kekayaan US$ 17,2 milliar (Rp 248triliun) pada tahun 2021.

Ia menjadi orang terkaya ke-112 di dunia sekaligus jadi penduduk UEA pertama yang duduk di antara 200 miliarder teratas.

Lantas bagaimana menurut anda?? Telegram or WhatsApp?


Sekian, terima kasih sudah berkunjung ke alhuda14.net

Posting Komentar untuk "Pendiri Telegram Yang Benci WhatsApp Dan Jadi Orang Terkaya Di Dubai"