Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Indonesia Terancam Impor Daging Ayam

 


Daging Ayam Potong - sedih banget ya Indonesia terancam impor daging ayam. Indonesia harus bersiap untuk menghadapi gempuran impor pangan. Salah satunya adalah daging ayam.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, kebutuhan akan ayam setiap tahunnya meningkat. Hal ini harus diimbangi dengan peningkatan produksi. Namun masalahnya kenaikan ongkos produksi membuat harga ayam domestik melambung tinggi bahkan bisa lebih mahal dari negara lain.

Di Malaysia contohnya, harga satu kilogram daging ayam dibandrol di  Rp 25.000-48.000/kg. Sementara di Indonesia harga satu kilogram daging ayam berkisar di Rp 30.000-60.000/kg.

 Harga ayam di tanah air kisarannya hanya lebih rendah dari Filipina dan Vietnam dimana kedua negara tersebut pola konsumsi masyarakat nya lebih condong ke daging babi.

Apa yang membuat harga daging ayam nasional jauh lebih tinggi dibanding negara lain adalah biaya produksi terutama pakan yang terus meningkat. Salah satu bahan baku untuk pakan adalah jagung.

Harga jagung yang terus melambung membuat biaya produksi meningkat. Belum lagi harga jagung di Indonesia bahkan tiga kali lipat lebih tinggi dibanding rata-rata harga jagung internasional.

Persoalan harga pakan dan DOC atau anakan ayam di dalam negeri mahal. Harga pakan mahal disebabkan harga bahan bakunya, yaitu jagung, yang juga mahal.

Selama ini impor lebih digunakan untuk mendatangkan indukan atau Grand Parents Stock (GPS) yang volume nya cenderung berfluktuasi karena sangat tergantung perhitungan pemerintah. Sejak 2017, impor unggas cenderung berada di bawah 1.000 ton. Pihak swasta tidak diperbolehkan untuk mengimpor sendiri.

Sebenarnya tidak perlu impor ayam tapi yang perlu di impor itu jagungnya kan bahan pokoknya jagung, jadi kenapa harus ayamnya yang impor?

"Saya peternak, harga mahal ini juga baru (itupun karena memang pakan dan doc mahal), padahal 1 tahun kebelakang semenjak Covid-19 harga ayam sampai di bawah hpp terus, kebijakan pemerintah untuk menjaga stok agar tidak over suplai akhirnya menyarankan peternak digilir sistem pemeliharaannya, karena pasar belom optimal seperti sedia kala, jadi posisi sekarang banyak kandang ayam yang kosong, kalau seandainya tidak digilir stok sangat cukup, produksi kita melimpah, impor bukan solusi, kalau di gempur impor gimana nasib peternak?", Kata salah seorang peternak ayam pedaging.


Sekian, terima kasih sudah berkunjung ke alhuda14.net jangan lupa tinggalkan komentar pada kolom komentar ya.

Posting Komentar untuk "Indonesia Terancam Impor Daging Ayam"