Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

AirAsia Ikutan Bisnis Ojol?

 


AirAsia - selama ini, jalanan dipenuhi ojek online berjaket hijau. Nggak menutup kemungkinan, perusahaan lain akan ikut meramaikan pasar. Mungkin nanti akan banyak juga ojol merah. Soalnya...

CEO AirAsia, Tony Fernandes, mengungkapkan rencana perusahaannya terjun ke bisnis ride-hailing.

Apa alasannya?

Tiap penumpang yang baru mendarat di bandara bakal pesan taksi buat melanjutkan perjalanan. Inilah keuntungan dari mengombinasikan bisnis aviasi dan ojol yang Tony percayai.


Tony juga yakin perusahaannya bisa bersaing dengan Grab yang sudah 8 tahun terjun ke bisnis ini. Sebab, penumpang bisa sekaligus memesan ojol saat memesan tiket pesawat.

Terjun ke bisnis ride-hailing merupakan bagian dari rencana AirAsia untuk jadi super app.

Baru-baru ini, mereka juga sudah meluncurkan layanan pengantar makanan di Malaysia dan Singapura.

Memang, perusahaan berlomba-lomba berinovasi agar pengguna mau atau bahkan harus membuka aplikasi mereka setiap hari untuk berbagai kebutuhan. Inilah juga yang sering direncanakan AirAsia.

Kata Tony, daya dorong utama dari transformasi digital adalah logistik. Itulah yang dia kejar. Dan menurutnya, tidak ada super app lain yang bisa melakukan apa yang mereka lakukan, karena mereka punya 245 pesawat.

" Kami adalah perusahaan pertama di Malaysia, saya berani bilang, yang menggunakan internet untuk produk. Orang lupa kalau kami adalah perusahaan digital, jauh sebelum Grab, Shopee, dan Gojek. Kami punya DNA itu di sistem kami" kata Tony Fernandes, CEO AirAsia Group.

AirAsia pengen bikin super app termasuk layanan ride-hailing. Tanggal peluncurannya belum pasti, tapi kita tunggu saja.


Sekian, terima kasih sudah berkunjung ke alhuda14.net

Posting Komentar untuk "AirAsia Ikutan Bisnis Ojol?"