Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sudah Masuk Jutaan, Menkes Baru Tahu Vaksin Astrazeneca Kadaluarsa Mei 2021


alhuda14.net
- 1.113.600 dosis vaksin Astrazeneca telah tiba di Indonesia.
Namun, menkes Budi Gunadi baru tahu bahwa vaksin tersebut akan kadaluarsa pada mei 2021.

Alhasil, penggunaan vaksin asal Inggris tersebut harus dikebut karena hanya bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan. “Yang kritis sebenarnya Astrazeneca karena sudah datang, tapi kita baru tahu expirednya Mei” kata Budi dalam rapat kerja bersama komisi IX DPR RI. 

Budi menerangkan masa kadaluarsa vaksin Covid-19 biasanya mulai dari 6 bulan hingga 1 tahun tapi ternyata masa kadaluarsa vaksin Astrazeneca lebih pendek lagi. 

Vaksin ini terancam terancam hanya buang-buang anggaran karena belum bisa digunakan. Vaksin Astrazeneca masih digunakan karena tuduhan penyebab pembekuan darah akibat pembekuan darah setelah disuntikan ke warga. 

Penggunaan vaksin ini masih menunggu hasil kajian BPOM dan ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Masalah lainnya, interval penyuntikan vaksin Astrazeneca dari dosis pertama ke dosis kedua cukup panjang. 

Jika vaksin lain bisa diberikan dosis kedua selang 14-28 hari, Astrazeneca membutuhkan 9-12 minggu untuk memberikan dosis kedua. 

"Astrazeneca itu intervalnya panjang 9-12 minggu dan sampai sekarang masih nunggu rilis dari BPOM", ujar menkes. 

Diberitahukan sebelumnya, sejumlah negara menghentika penggunaan vaksin Astrazeneca karena adanya kasus penggumpalan darah dan warga yang meninggal setelah disuntikkan vaksin tersebut. 

Namun WHO menggatakan bahwa tidak ada bukti kasus penggumpalan darah yang disebabkan oleh vaksin yang dikembangkan Astrazeneca bersama Universitas Oxford tersebut.

Posting Komentar untuk "Sudah Masuk Jutaan, Menkes Baru Tahu Vaksin Astrazeneca Kadaluarsa Mei 2021"