Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gara-gara Sebuah Kapal, Rantai Perdagangan Dunia terguncang


Perdagangan dunia terguncang gara-gara sebuah kapal. Rp 43 triliun komoditas dari / ke Asia - Eropa tertahan tiap harinya selama seminggu penuh.

Sebuah kapal kargo raksasa, Ever Given yang disewa oleh Evergreen ( perusahaan transportasi) nyangkut di terusan Suez pada 23 Maret 2021. Lalu lintas kapal di terusan Suez jadi macet total selama seminggu penuh.

Kapal itu lepas kendali akibat badai pasir di gurun Sinai, Mesir. Badai itu bikin jarak pandang di sana menjadi sangat terbatas.

 Akhirnya, kapal sepanjang 400 meter yang mengangkut 220.000 ton kargo itu nge blok Terusan Suez yang lebarnya cuma 200 meter. Ada ratusan kapal gak bisa lewat. Lalu lintas kapal di Terusan  Suez jadi macet total.



Terusan Suez adalah sungai buatan manusia yang mengaliri jalur sempit di Mesir dan menghubungkan Asia dan Eropa.

Berkat jalur ini, kapal kargo  bisa bolak balik Asia-Eropa hanya dalam waktu 12 jam.

Tanpa Terusan Suez, kapal dari / ke Asia-Eropa harus muter ke Afrika dan memakan waktu hingga seminggu.

Sebanyak 10% pasokan minyak dunia di transportasikan lewat Terusan Suez. Begitu juga dengan komoditas penting lainnya. karena ratusan kapal lain tidak bisa lewat, harga minyak dunia sempat naik 6% (23 - 26 Maret 2021). Selain minyak, komoditas lainnya senilai Rp43 triliun tertahan tiap harinya.

Masyarakat Eropa pada panik karena macetnya aliran banyak komoditas, mulai dari mobil, kopi, hingga tisu toilet. Dari situ kita sadar, betapa terkoneksinya masyarakat modern saat ini. Satu kecelakaan kecil, bisa menyebabkan efek dominan yang tak disangka-sangka.

Otoritas terkait berupaya mengeruk tanah di sekitar Ever Given agar kapal itu bisa bergerak. Setelah seminggu mengeruk ribuan kubik pasir dan lumpur dan di bantu pasangnya air laut, kapal raksasa ini akhirnya perlahan terbebaskan. Kemacetan kapal di Terusan Suez perlahan mulai terurai.


Proyek Terusan Suez mulai dibangun sejak tahun 1859. Diprakarsai oleh Diplomat Perancis, Ferdinand de Lesseps yang bernegosiasi dengan penguasa saat itu, Sa'id Pasha. 1.5 juta buruh Mesir bekerja paksa dalam proyek ini. Puluhan ribu dari mereka meninggal dunia akibat wabah kolera dan suhu panas yang ekstrim. Butuh 10 tahun untuk merampungkan proyek tersebut. Akhirnya pada November 1869 Terusan Suez resmi dibuka.

Namun, kepemilikan Terusan ini awalnya berada di tangan Kerajaan Inggris yang menduduki Mesir. Hingga  pada 1956 Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser, menasionalisasi Terusan Suez. Perang melawan Israel, Inggris dan Perancis pecah untuk mengambil alih kontrol penuh atas Terusan ini (krisis Suez). Dan Mesir keluar sebagai pemenang.

Sejak saat itu, Terusan Suez menjadi simbol kekuatan dan kebanggaan rakyat Mesir. mulai dari perbudakan, kolonialisme, hingga perang dan menjadi bagian dari sejarah salah satu jalur vital perdagangan dunia.

Kini Terusan Suez menyumbang hingga Rp 81 triliun ke negara Mesir setiap tahunnya.

Selain Terusan Suez, menurutmu apa lagi jalur transportasi penting bagi perdagangan dunia??


Sekian yang dapat kami sampaikan pada Sejarah Terusan Suez. Semoga bermanfaat dan tetima kasih sudah berkunjung ke alhuda14.net

Posting Komentar untuk "Gara-gara Sebuah Kapal, Rantai Perdagangan Dunia terguncang"