Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

MUHAMMAD AL BUKHORIY Ra.

   

Imam Muhammad al Bukhori hidup pada tahun 194-256 H. wafat pada malam hari raya Fitri di Samarqondi. Beliau sejak kecil telah hafal Al-Qur'an dan selalu giat belajar. Kemudian berusaha mengumpulkan hadits-hadits Nabi dengan cara mencari ke beberapa negara dan mendapat banyak sekali. Kemudian oleh beliau di saring dan dipilih serta dibukukan menjadi kitab sohib Bukhori sebagai kitab standar ummat Islam yang paling sohih setelah Al Qur'an. Inilah jasa dan tinggalan beliau yang agung dan sangat penting bagi izzul Islam wali Muslimin. Beliau setiap usai menulis satu hadits selalu menjalankan solat dua roka'at sebagai perwujudan rasa sukur ke hadirat Ilahi.
    Sejak zaman dahulu sampai sekarang kitab shohih Bukhori ini bila dibaca secara berjamaah ada kasiat dan berkahnya, seperti untuk menangkal musibah dan memulihkan keselamatan kembali. Pembacaan kitab Bukhori dengan tujuan ini sampai sekarang tetap berlaku. Menyebut nama beliau Imam Muhammad bin Ismail al Bukhori saja sudah bisa untuk meminta gurunya Rahmat Ilahi sebagaimana kata Imam asy Sya'roni.
     Beliau selama hidupnya selalu berpuasa dan menahan lapar, sampai setiap harinya hanya makan satu buah kurma atau kacang karena menjalankan wira'i dan merasa malu dengan Alloh kalau sering ke WC. Beliau tidak pernah jual beli dan bekerja apa saja. Yang dimakan hanya dari harta tinggalan ayahnya karena jelas halalnya, ayahnya pernah berkata : hartaku semua sama sekali tidak ada yang haram dan syubhatnya. Jadi Imam al Bukhori ini betul-betul ahli wira'i dan Zuhud /bertapa, setiap malam beliau menulis hadits, tidur sebentar lalu di akhir malam menjalankan sholat 13 roka'at sekaligus dengan witirnya. Kalau di bulan Romadhon menjalankan sholat Tarawih bersama santri-santrinya setiap malamnya membaca 1/3 Al-Qur'an dan tiga hari khatam sekali dan setiap khatam lalu berdo'a. Sabdanya : setiap satu khataman aku berdo'a dan dikabulkan.
    Sabdanya lagi : orang yang memujiku dan mengolok-olok / memperjelek kepadaku menurutku sama saja.
     Aku ingin bertemu dengan Alloh (mati) yang dalam keadaan bebas dari segala tuntutan bahwa aku pernah membicarakan kejelekan orang.
     Dengan ini maka beliau tidak pernah berani membicarakan kejelekan orang lain.

Wallohu a'lam. Al Fatihah.

1 komentar untuk "MUHAMMAD AL BUKHORIY Ra."