Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Fakta Sejarah Sunan Kudus yang Wajib Anda Ketahui

alhuda14.net - Fakta Sejarah Sunan Kudus yang Wajib Anda Ketahui - Siapa tidak mengenal Sunan Kudus yang masih identik dengan berbagai sejarahnya dalam dunia Islam. Menjadi salah satu tokoh penting dalam Wali Songo yang mana Sunan Kudus ini sanggup menyebarkan ajaran Islam melalui media budaya. Seperti kita tahu, Sunan Kudus ini menjadi salah satu tokoh Islam berpengaruh di Kota Kudus dan Demak.

Tidak heran bila Sunan Kudus ini mampu memberi pengaruh besar terhadap persebaran ajaran Islam di masa lalu. Cukup kuat peran utama Sunan Kudus dalam menjadikan kota Demak sekaligus Kudus sebagai pusat ajaran Islam pada waktu itu. Perkembangan dari Islam sendiri masih bisa dikatakan lambat sejak awal-awal Sunan Kudus menyebarkan ajaran Islam. Hingga kini ada beberapa fakta mengenai sejarah Sunan Kudus yang belum banyak diketahui. simak juga tentang akta sejarah Sunan Muria 

 
sejarah Sunan Kudus
sejarah Sunan Kudus

Fakta Sejarah Sunan Kudus Wajib Anda Ketahui

Wali Songo memang dikenal sebagai salah satu perkumpulan dari sembilan wali ataupun sunan. Kemudian ada beberapa perubahan media pengajaran agama Islam di setiap sunan ataupun wali. Berkaca dari sinilah fakta sejarah Sunan Kudus mulai diketahui secara bertahap. Bisa dikatakan Sunan Kudus berhasil memberi peninggalan mengenai dunia kurtural cukup kuat sekaligus menjadi satu warisan budaya.

Pada masa-masa Sunan Kudus menyebarkan ajaran Islam pada waktu itu memang masih terlihat kuat pengaruh dari budaya asli tanah Jawa kemudian ada pengaruh Hindy dan China pada saat itu. Tidak heran Sunan Kudus ini mampu menyatukan beberapa multi budaya yang dilakukan tanpa ada kekerasan sama sekali. Ideologi pencitraan masih sering terlihat dan mendatangkan stigma pada sunan ataupun wali yang masih dikatakan belum terlalu berpengaruh.

Fakta pertama dari sejarah Sunan Kudus adalah peninggalan budaya dalam wujud bangunan diberi nama Menara Kudus. Bisa dikatakan pembangunan Menara Kudus ini menjadi cikal bakal Sunan Kudus dalam melihat bagaimana perubahan budaya sekaligus menjadi pemersatu antar budaya di tanah air. Pada saat itu, fakta sejarah Sunan Kudus seringkali memberi gambaran mengenai cara-cara berdakwahnya.

Keunikan desain arsitektur bangunan Menara Kudus ini cukup nyentrik. Sebab ada perpaduan antara Hindu, Budha dan budaya tanah air. Dari sinilah cukup sulit bagi Sunan Kudus dalam menyebarkan ajaran Islam di Kota Kudus dan sekitarnya.

Dalam beberapa sumber fakta sejarah Sunan Kudus bisa dilihat bahwa perubahan konsep kultural dari segi bangunan tempat ibadah memang diawali dari Sunan Kudus. Meskipun ada beberapa kota lain yang juga memadukan sebuah bangunan tempat ibadah dari kepercayaan lainnya disatukan dengan Islam.

Sifat dan karakter seorang Sunan Kudus ini memang selalu dekat dengan unsur budaya masyarakat. Adat istiadat, keberagaman agama, budaya yang memiliki ciri khas masing-masing sepertinya membuat sosok Sunan Kudus ini menjadi sosok berpengaruh di Kota Demak. Makam Sunan Kudus dan Menara Kudus juga menjadi sebuah sumber utama masyarakat untuk mengenali bagaimana kisah sejarah dari seorang Sunan Kudus tersebut.

Berikutnya selain dari Menara Kudus, tentu saja ada beberapa kegiatan adat yang cenderung dilakukan Sunan Kudus pada saat menyebarkan agama Islam. Tradisi ini menjadi eksistensi kekuatan Sunan Kudus pada masa dahulu. Kemudian dari beberapa fakta sejarah Sunan Kudus tersebut bisa menekan beberapa konflik sekaligus memicu toleransi di Kota Demak hingga Kudus.

Dalam satu tradisi Dhandangan tersebut memperlihatkan bagaimana perkembangan budaya lebih kultural terutama budaya Hindu. Tidak jarang sampai sekarang masyarakat Kota Demak ataupun Kudus tidak mau menyembelih hewan sapi meskipun pada saat kurban Idul Adha. Tentu dari unsur agama Hindu masih terlihat kental pada saat itu, sehingga Sunan Kudus ini memiliki dampak besar terhadap pertukaran budaya di tanah Jawa.

Informasi fakta sejarah Sunan Kudus juga mencakup seperti apa metode belajar dirinya sebelum berdakwah. Kemudian dari guru besarnya Sunan Kalijaga pastinya penggunaan budaya dan seni masih sangat kental meskipun tidak berpotensi memicu kegaduhan ataupun tetap mempertahankan kearifan lokal hingga memberi pengalaman tepat bagi masyarakat dalam mempelajari budaya lain.

Berbeda dengan zaman saat ini yang mana Sunan Kudus ini masih mengandalkan cara-cara tradisional dalam berdakwah. Seperti halnya menghargai toleransi beragama, kemudian ada beberapa kondisi dimana masyarakat waktu itu menganggap sapi sebagai hewan suci. Sampai sekarang tradisi-tradisi pada masa Sunan Kudus menyebarkan ajaran Islam masih terbilang kental dan akhirnya masih dianut oleh masyarakat Demak saat ini.

Masih terdapat fakta sejarah Sunan Kudus yang mana memperlihatkan fakta-fakta mengenai ajaran Islam yakni membangun beberapa pancuran dengan jumlah 8 pancuran di kompleks Menara Kudus. Sebagai tempat berwudhu, ternyata setiap pancuran tersebut dibangun dengan beberapa perpaduan akulturasi. Sehingga dari jumlah padasan ataupun pancuran tersebut memperlihatkan relief arca ataupun ornamen sebagai penambah estetika tempat tersebut.

Pola akulturasi antara Hindu dan Budha sampai budaya Islam sekalipun masih terlihat kental meskipun ada beberapa bangunan Menara Kudus yang sempat mengalami pemugaran. Dari sini bentuk bangunan Candi Jago memang terlihat seperti kebanyakan Pura di Bali saat ini. Hingga akhirnya menara Kudus tersebut difungsikan Sunan Kudus untuk tempat mengumandangkan Adzan.

Banyak sumber sejarah menceritakan bahwa Menara Kudus tersebut menjadi salah satu menara Masjid tertua di Jawa. Bahkan sampai sekarang menjadi salah satu landmark dari Kabupaten Kudus hingga menjadi bagian strategi dakwah Sunan Kudus. Berdasarkan fakta sejarah Sunan Kudus, memang masih kental dengan unsur akulturasi yang memperlihatkan bagaimana tema Islam yang ramah hingga memberi toleransi lebih baik kepada semua kepercayaan.

Ada beberapa fakta kenapa metode pendekatan budaya oleh Sunan Kudus ini dirasa menarik hingga membuat masyarakat Demak mengikuti tradisi kultural budaya lainnya. Intinya, pada aspek toleransi yang tidak memiliki paksaan sama sekali. Budaya hingga kepercayaan masyarakat Demak pada waktu itu memang beragam. Sampai akhirnya Sunan Kudus selalu mengedepankan bagaimana ajaran Islam yang toleransi terhadap semua kepercayaan.

Meskipun dilakukan dengan pendekatan beberapa budaya di masyarakat. Tetap saja ada beberapa poin utama membuat toleransi beragama menjadi faktor penting dalam menyebarkan ajaran Islam bagi Sunan Kudus. Dari sinilah wajah Islam sendiri bisa terlihat lebih raman hingga toleran untuk memastikan bahwa masyarakat bisa mengerti bagaimana fakta sejarah Sunan Kudus dalam menyebarkan ajaran Islam di daerah Demak.

Beberapa karya Sunan Kudus bisa kita lihat di Desa Kerjasan, Kota Kudus yang mana berhasil mendirikan sebuah Masjid Agung Kudus. Kemudian permintaan dari Sunan Kudus sendiri untuk tidak menyembelih hewan kurban sapi kemudian menggantinya dengan hewan kurban kerbau juga masih dilakukan masyarakat saat ini.  simak juga Sejarah dan fakta media dakwah Walisongo 

Itulah beragam bukti bahwa perjalanan kisah sejarah dari Sunan Kudus yang sampai sekarang bisa kita pelajari. Hal penting dalam susunan Wali Songo masih terus dikembangkan dari aspek sumber sejarah. Dari sinilah peninggalan pada sunan dan wali bisa dipelajari salah satunya fakta sejarah Sunan Kudus.

 

Posting Komentar untuk "Fakta Sejarah Sunan Kudus yang Wajib Anda Ketahui"